Selasa, 14 Januari 2020

CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DATAR RENDAH BERSUHU TINGGI


Membudidayakan dan menumbuhkan jamur tiram memang susah-susah gampang, ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah pemilihan lokasi budidaya yang sesuai dengan habitat  hidup jamur tersebut.
Biasanya pertumbuhan jamur tiram akan optimal sepanjang tahun bila lokasi budidayanya sesuai dengan habitat aslinya, yakni di kawasan pegunungan atau di daerah dataran dengan ketinggian antara 400-800 meter di atas permukaan air laut (mdpl), serta memiliki suhu udara sekitar 20-28°C dengan tingkat kelembapan sekitar 70% sampai 80%. Lalu bisakah jamur tiram dibudidayakan di daerah bersuhu tinggi (diatas 30°C)?
Bagi kamu yang berada di daerah dataran rendah khususnya di lingkungan yang suhunya cukup tinggi (diatas 30°C) , kini tidak perlu takut lagi untuk mencoba budidaya jamur tiram. Sebab ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menyiasati kondisi lingkungan di sekitarmu. Untuk itu Roemah Djamoer akan memaparkan tips dan trik dalam membudidayakan jamur tiram di daerah bersuhu panas, yuk mari chek this out:
Pertama, langkah mudah yang bisa kamu coba yaitu membuat bangunan kumbung jamur dengan sistem sirkulasi buka tutup. Yang dimaksud buka tutup disini adalah menutup sirkulasi kumbung jamur di siang hari agar kelembapan di dalamnya tetap terjaga, dan membukanya pada malam hari sehingga suhu ruangan di dalam kumbung jamur bisa lebih dingin.
Kedua, gunakan bahan atap yang tidak meneruskan panas ke dalam ruangan. Hal ini penting agar intensitas sinar matahari yang masuk ke dalam kumbung jamur tidak berlebihan. Beberapa bahan yang bisa kamu gunakan sebagai atap kumbung jamur antara lain anyaman bambu, atau genteng.
Ketiga, faktor kelembapan merupakan syarat utama yang harus terpenuhi dalam budidaya jamur tiram, sebab kelembapan udara sangat berpengaruh pada pertumbuhan jamur. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu bisa meletakkan beberapa tong/wadah air di dalam kumbung jamur untuk meningkatkan kelembapan ruangan.budidaya jamur tiram
Keempat, karena lokasi budidaya jamur berada di daerah panas, maka usahakan untuk membuat bangunan kumbung di tempat yang teduh atau dekat dengan pepohonan yang tinggi dan rindang. Selain itu hindari pula pembuatan pintu kumbung yang berada di arah matahari terbit atau terbenam, hal ini dilakukan untuk mencegah sinar matahari langsung masuk ke ruangan kumbung.
Kelima, lindungi sekitar lokasi kumbung dari sinar matahari langsung yang terlalu menyengat. kamu bisa melakukannya dengan cara menanam banyak pohon rindang (perdu) disekeliling kumbung jamur.
Keenam, untuk memperlancar sirkulasi udara di dalam kumbung jamur tiram, usahakan tinggi bangunan kumbung dibuat lebih tinggi atau tidak kurang dari 2,5 meter.
Ketujuh, perhatikan rak penyimpanan baglog jamur yang dibuat. Bila di daerah dingin rak yang dibuat pada kumbung jamur bisa mencapai 5 tingkat, pastikan rak yang dibuat di daerah panas tidak lebih dari 3 tingkat.
Kedelapan, karena lokasi kumbung jamur berada di daerah panas, maka sebisa mungkin lakukan penyiraman lebih sering dibandingkan di daerah pegunungan. Penyiraman baglog jamur bisa Kamu lakukan minimal 3 kali dalam sehari.

A.    Tips dan Trik Perawatan dan Pemeliharaan Baglog Jamur di Daerah Dataran Rendah Bersuhu Tinggi
Agar baglog jamur tiram kamu bisa memproduksi jamur dengan baik di daerah dataran rendah bersuhu tinggi (diatas 30°C), maka kamu perlu perlakuan dan perawatan yang khusus dan benar. Ada beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan ketika merawat baglog jamur didaerah bersuhu tinggi (diatas 30°C), khususnya untuk pemula atau hobis yang ingin merawat dan menumbuhkan jamur sendiri. Nah, di modul ini Roemah Djamoer akan menjelaskan perawatan dan pemeliharaan baglog jamur tiram di derah bersuhu tinggi secara singkat, padat, jelas dan mudah dimengerti, khususnya bagi pemula.

Adapun prosedur perawatan dan pemeliharaan baglog jamur tiram di daerah bersuhu tinggi adalah sebagai berikut:

1.      Letakkan baglog jamur di tempat yang terhindar dari sinar matahari dan hujan langsung.
2.      Usahakan tempat baglog jamur tidak berdekatan dengan kkamung ternak, tempat pembuangan sampah ataupun tempat pembuangan limbah industri.
3.      Pilih tempat yang memiliki ketinggian atap 2,5-4 meter, lebih tinggi atapnya lebih bagus. Serta memiliki ventilasi udara untuk pertukaran udara yang dibutuhkan oleh jamur. Lebih baik lagi tempat baglog jamur berada dibawah pohon yang rindang dan banyak tanaman, supaya suhu tempat/ruangan jamur lebih sejuk dan memudahkan jamur mendapatkan oksigen lebih banyak untuk pertumbuhan.
4.      Lebih direkomendasikan lagi apabila atap ruangan/tempat baglog terbuat dari daun rumbia, serap ataupun genteng, sehingga lebih banyak menyerap panas dari sinar matahari dibandingkan atap seng yang lebih cenderung meneruskan panas matahari kedalam ruangan.
5.      Lebih baik lagi untuk mempertahankan suhu dan kelembaban yang dibutuhkan oleh jamur, tempat/kumbung jamur bisa dilapisi plafon yang terbuat dari kain yang banyak menyerap air. Ketika menyiram jamur, siram juga seluruh plafon kain tersebut dengan air
6.      Usahakan baglog jamur terhindar dari sinar matahari langsung, tetapi jangan juga ditempat yang tidak bercahaya (gelap), cukup berikan intensitas bias cahaya matahari sekitar 40-65%, cirinya apabila kita masih bisa membaca buku ditempat yang diletakkan baglog jamur tersebut, artinya sudah bagus.
7.      Tidak perlu menyinari ruangan/tempat baglog jamur dengan cahaya lampu pada malam hari, cukup dibiarkan gelap.
8.      Siram mulut baglog tempat tumbuhnya jamur dengan sprayer bernode kecil (semprot embun) 3 kali sehari apabila cuaca cerah/panas pagi, siang dan menjelang sore. Waktu penyiraman pagi sekitar pukul (08:30-09:30, siang (11:30-12:30), menjelang sore (13:30-14:30). Apabila cuaca mendung atau hujan cukup siram 1 kali saja pada pagi atau siang hari, hindari menyiram jamur yang sudah siap panen dalam 12-24 jam kedepan, karena hal ini akan membuat jamur menjadi basah dan kekuning-kuningan serta mudah busuk apabila disimpan, serta tidak laku apabila jamur dijual.
9.      Jaga suhu tempat jamur, usahakan suhu jangan sampai diatas 30°C (biasanya suhu rata-rata ruangan yang terbuat dari beton dengan ketinggian 2,5 meter, suhunya berada disekitaran 28-29° pada siang hari, jadi sudah cukup untuk menumbuhkan jamur).
 

Tips:
Apabila saat kamu membeli baglog jamur dan perkembangan
Misellium baglog jamur masih belum 100%  menyelimuti
baglog jamur, maka alangkah baiknya baglog
Di inkubasikan dulu, dengan cara diletakkan dalam ruangan
(misal: di bawah meja, ranjang atau diruangan kosong yang tidak
banyak aktivitas lalu lalang) dengan posisi baglog berdiri sampai pada
saatnya misellium full100% menyelimuti baglog, baru letakkan
baglog jamur di tempat/ruang penumbuhan jamur


B.     Pemanenan Jamur:
a.       Jamur harus dipanen ketika sudah berumur 3-4 hari dari awal tumbuh tunas/pinhead.
b.      Panen jamur adalah dengan cara mencabut sampai keakar-akarnya, jangan sampai meninggalkan sisa akar atau bagian jamur di baglog.
c.       Bersihkan sisa-sisa pemanenan yang tercecer di tempat/ruangan baglog, agar tidak mengundang hama.

C.    Penanganan Hama
Seperti halnya dengan tanaman, jamur juga memiliki hama perusak yang akan menghambat pertumbuhan jamur dan mengurangi kualitasnya. Ada berbagai macam jenis hama yang bisa menyerang jamur, mulai dari serangga, hewan pengerat dan jamur kompetitora (kontaminan) yang menyerang baglog (media tanam jamur) ataupun tubuh buah dari jamur tiram itu sendiri. Dan banyak cara juga untuk menangani hama pada jamur, mulai dari pemungutan hama secara manual, pemakaian jebakan, pemakaian pestisida organik ataupun pemakaian pestisida kimia seperti fungisida (pembasmi jamur liar), insektisida (pembasmi hama serangga), dan rodensida (pembasmi hewan pengerat). Tetapi akan lebih bijak jika kamu menghindari pemakaian pestisida kimia untuk mendapatkan produk jamur organik yang lebih baik untuk kesehatan.

D.    Membuat Formula Nutrisi Tambahan pada Baglog Jamur
Pembuatan formula nutrisi tambahan pada baglog bertujuan untuk lebih meningkatkan produktifitas jamur yang dihasilkan oleh baglog jamur. Banyak cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktifitas baglog jamur baik secara alami maupun kimiawi. Nah pada tulisan ini kami akan memberikan beberapa tips cara meningkatkan produktifitas media tanam jamur tiram (baglog) secara alami dalam bentuk video tutorial. Untuk dapat melihat dan menyimak videonya kamu bisa mengklik beberapa link URL di bawah ini:


Read more...

Senin, 02 Desember 2019

Tips Memilih Baglog Jamur Tiram Yang Bagus

Bagi teman-teman yang ingin berkecimpung atau baru berkecimpung didunia bisnis budidaya jamur tiram. Nah, pada kesempatan ini saya ingin sharing ilmu mengenai cara membeli baglog jamur tiram yang bagus dan berkualitas supaya bisa menghasilkan jamur tiram yang produktif serta mendapatkan hasil panen yang maksimal serta keuntungan yang maksimal pula.
Seperti yang teman-teman ketahui bahwa, selain tata cara budidaya yang baik dan benar, kondisi baglog (media tanam) jamur tiram juga sangat menentukan keberhasilan didalam menjalankan bisnis budidaya jamur tiram tersebut.
Berdasarkan pengalaman saya selama kurang lebih 3 tahun dalam berkecimpung di dalam bisnis budidaya jamur tiram, agar bisa mendapatkan baglog jamur tiram yang bagus, berkualitas dan produktif (menghasilkan panen jamur yang melimpah), maka ada beberapa hal yang harus diperhatian didalam membeli baglog jamur tiram, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membeli baglog jamur tiram :

  1. Carilah baglog jamur tiram yang ukurannya lebih besar, padat, memiliki pertumbuhan dan perkembangan miselium yang tebal dan merata, tidak ada kontaminasi. Sebab dengan baglog yang memiliki ciri-ciri seperti ini, maka akan lebih besar kemungkinan menghasilkan panen jamur yang maksimal.
    Penampakan Baglog Jamur Tiram yang Bagus
  2. Carilah produsen baglog jamur tiram yang terpercaya dan telah berpengalaman dalam memproduksi baglog. Hal ini bisa dilihat dari kualitas jamur yang dihasilkan baglog di kumbung produsen baglog tersebut serta berapa lama produsen tersebut menggeluti usaha di bidang budidaya jamur khususnya dalam produksi baglog jamur tiram, sebab hal itu adalah sebagai bukti bahwa kualitas baglog hasil produksinya bagus, sehingga mampu bertahan bahkan mampu mengembangkan usaha jamur tiram tersebut.
    Kualitas Baglog Jamur Bisa Dilihat Dari Kumbung Penumbuhan Jamur Milik Produsen Baglog
  3. Carilah produsen baglog yang telah memiliki sarana prasarana atau fasilitas yang lengkap dan memadai dalam memproduksi baglog jamur tiram, karena dengan sarana prasarana dan fasilitas yang lengkap tersebut sangat menunjang keberhasilan didalam memproduksi baglog jamur tiram yang berkualitas.
    Sarana Prasarana yang Lengkap Akan Menunjang Kualitas Produksi Baglog
  4. Carilah produsen yang benar-benar mahir dalam membuat bibit jamur (spawn) sendiri. Sebab produsen seperti ini menunjukkan bahwa memiliki pengalaman dan ilmu yang luas dalam membudidayakan jamur. Baglog yang dihasilkan pun pastinya juga menggunakan bibit yang benar-benar berkualitas serta diketahui tingkat turunannya secara pasti. Biasanya produsen seperti ini didalam melakukan proses inokulasi (penebaran bibit) pasti akan menggunakan bibit berkualitas dan dalam jumlah yang banyak sehingga mempercepat pertumbuhan dan perkembangan miselium serta tentunya akan mempercepat masa pertumbuhan dan panen jamur itu sendiri.
    Produsen yang Sudah Terampil Membuat Bibit Jamur Juga Akan Menghasilkan Baglog Jamur Berkualitas

Demikian beberapa tips tentang cara memilih atau membeli baglog jamur tiram yang bagus dan berkualitas. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang ingin berkecimpung dalam bisnis budidaya jamur tiram, serta saya sebagai penulis memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam tulisan ini.


Bagi teman-teman yang bertempat tinggal di Kalimantan Selatan dan ingin mencari baglog jamur tiram yang berkualitas dengan harga yang bersahabat bisa menghubungi kami melalui:

ROEMAH DJAMOER BANJARMASIN

MADRAWI (Pemilik Roemah Djamoer Banjarmasin)
Telp/WA: 0856-5478-3317
Alamat: Sungai Lulut, Gg. Siti Aminah Rt 06 No. 96 (Samping Komplek Putra Gemilang Raya dan   Kelurahan Sungai Lulut), Kec. Sungai Tabuk, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan 70653, Indonesia



Read more...

Kamis, 14 November 2019

PROSES BUDIDAYA JAMUR TIRAM

PROSES BUDIDAYA JAMUR TIRAM

1.      Persiapan Media Tanam
Persiapan media tanam meliputi formulasi substrat, pembasahan awal, pengomposan, dan pengemasan media.

a.  Formulasi Substrat
Sebagai panduan dalam proses pembuatan substrat, pembudidaya harus membuat formulasi substrat. Formulasi juga berfungsi sebagai standar biaya proses produksi. Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk membuat media tanam adalah serbuk kayu yang telah diayak 85-90%, bekatul 10-15%, dan kalsium karbonat (CaCO3) sebanyak 1-2%

b. Pembasahan Awal
Pembasahan awal pada media tanam (serbuk kayu) dilakukan sampai merata. Setelah itu, campurkan bekatul dan kalsium karbonat ditambahkan ke dalam serbuk kayu dan diaduk merata. Pengadukan dilakukan hingga diperoleh kadar air sekitar 60-70% pada campuran media tanam jamur tiram.

c.  Pengomposan Media
Tahap selanjutnya pada proses persiapan media tanam jamur adalah pengomposan media. Caranya, media tanam yang sudah dibasahi dibuat tumpukan dengan lebar 1-2 m, tinggi 1,5m, dan panjang disesuaikan dengan jumlah bahan.
Media biasanya dikomposkan selama 5-7 hari. Suhu media mengalami peningkatan hingga mencapai 65-70°C selama proses pengomposan. Selanjutnya, dilakukan pembalikan media setiap 2-3 hari agar proses pengomposan merata. Media yang telah berubah warna menjadi cokelat  atau kehitaman menandakan media telah siap digunakan.
Komposisi Campuran Baglog Jamur Tiram

2.      Pengemasan Media Tanam Jamur Tiram
Media tanam yang selesai proses pengomposannya dikemas dalam kantong plastik PP. ukuran kantong plastik tergantung dari berat yang ditetapkan. Misalnya, berat media 1 Kg menggunakan plastik PP berukuran 30 cm × 20 cm dengan tebal 0,5 mm.
Setelah itu media tanam  tersebut dipadatkan menggunkan alat pengepres atau botol hingga bagian bawah plastik rata dan menyerupai log kayu (baglog). Selanjutnya ujung plastik dipasang cincin dan tutup cincin. Tujuannya agar air tidak masuk ke dalam baglog pada proses sterilisasi.
Pengemasan Media Tanam Jamur Tiram  (Baglog)

3.      Sterilisasi Media Tanam Jamur Tiram
Sterilisasi media bertujuan untuk membunuh mikroorganisme yang merugikan dalam budidaya jamur tiram. Dengan demikian, media tanam terbebas dari kontaminan. Sterilisasi dilakukan pada suhu 95°C selama 90 menit.
Media tanam yang sudah disterilisasi kemudidan didinginkan hingga suhunya mencapai suhu ruangan yaitu sekitar 25°C. proses pendinginan dapat dilakukan di dalam suhu rungan khusus yang mempunyai sirkulasi udara yang baik. Apabila jumlah media tanam cukup banyak, penurunan suhu media dapat dibantu dengan menggunakan blower atau air conditioner (AC). Pendinginan media tanam harus dilakukan karena bibit jamur tiram akan mati apabila inokulasi media tanam suhunya masih tinggi (panas).
Proses Sterilisasi Media Tanam Jamur (Baglog)

4.      Inokulasi (Penebaran Bibit Jamur Tiram)
Setelah suhu media tanam dingin, proses selanjutnya adalah pemasukkan atau pemberian bibit (inokulasi) jamur tiram ke dalam media tanam. Proses inokulasi dilakukan secara aseptik (bebas dari infeksi bakteri ataupun mikroorganisme lain) agar media tanam tidak terkontaminasi mikroorganisme yang tidak dikehendaki yang akan merugikan budidaya jamur tiram. Cara inokulasi adalah sebagai berikut.
a)      Siapkan bibit semai (F2/F3) jamur tiram dan media tanam (baglog).
b)      Jika bibit menggumpal, lakukan penguraian bibit semai terlebih dahulu dengan cara memukul-mukulkan botol ke sendal karet (digojok).
c)      Semprot laminar atau meja bersih dengan larutan alkohol 70% sampai merata.
d)     Setelah kering, nyalakan bunsen di dalam laminar atau meja bersih.
e)      Benamkan skalpel atau spatula besi panjang dalam alkohol dan panaskan sampai membara, lalu dinginkan.
f)       Buka tutup botol yang berisi biakan bibit semai jamur tiram dan media tanam (baglog)
g)      Ambil media biakan bibit semai jamur tiram dengan skalpel atau tuang media biakan bibit semai jamur tiram apabila media tanam biakannya menggunakan biji-bijian.
h)      Masukkan media biakan bibit semai ke dalam baglog, kemudian pasangkan ring/cincin baglog kemudian tutup dengan menggunakan kapas ataupun kertas yang diikat dengan karet gelang. Media tanam siap untuk diinkubasi
i)        Lakukan inokulasi dan ulangi langkah-langkah (f-h) sampai media tanam habis dan media bibit semainya juga habis.
Inokulasi (Proses Penebaran Bibit)

5.      Inkubasi
Setelah media tanam selesai diinokulasi dengan bibit semai. Tahap selanjutnya adalah menginkubasi media tanam. Tujuannya untuk membantu menumbuhkan misellium jamur tiram pada kondisi yang sesuai.
Biasanya, media tanam diletakkan pada ruangan khusus tanam dengan cara media disusun di rak-rak yang sudah disanitasi terlebih dahulu. Ada beberapa cara penempatan media tanam (baglog) di dalam ruang inkubasi.
a)      Media tanam (baglog) ditempatkan berderet dengan posisi media tanam berdiri di rak-rak inkubasi.
b)     Media tanam atau baglog ditumpuk dalam satu deret dengan posisi media tanam tidur di rak-rak inkubasi.
c)      Media tanam disusun dan ditumpuk seperti piramida dengan posisi baglog berdiri

Suhu dan kelembaban ruangan inkubasi dijaga agar tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Suhu diatur berkisar 27-30°C dan kelembaban udara sekitar 80-90%. Pengaturan cahaya dapat dilakukan dengan cara menutup pintu dan ventilasi. Lama proses inkubasi sekitar 4-5 minggu setelah inokulasi. Cirinya, miselium jamur tiram yang berwarna putih menyelimuti seluruh media tanam (baglog).
Proses Inkubasi

6.      Perawatan Saat Pembentukan Tubuh Buah
Setelah media tanam (baglog) dipenuhi dengan misellium jamur tiram, pembentukan tubuh buah jamur tiram di mulai. Adapun perlakuan yang diberikan saat proses pembentukan tubuh buah diawali dengan pemberian tekanan (stres) berupa perbedaan suhu, kelembaban serta pemberian oksigen. Fase ini suhu ruangan diturunkan antara 22-27°C dan kelembaban menjadi 80-88%. Pemberian oksigen dilakukan dengan cara membuka media tanam yang sudah dipenuhi misellium.
Ada beberapa metode pembukaan media tanam. Pertama, membuka kapas/kertas penutup. Kedua, dengan menyobek plastik media tanam dengan menggunakan silet atau pisau yang sudah disterilisasi dengan menggunakan alkohol70%. Penyobekan plastik media tanaman dapat berbentuk “+” atau “X”.
Setelah 3-7 hari setelah penyobekan plastik, sudah mulai terlihat calon jamur tiram (primordia) yang berbentuk jonjot-jonjot berwarna keputihan. Hari ke-7 sampai hari ke-10 setelah terbentuk jonjot-jonjot, akan mulai terlihat atau terdeferensiasi batang dan tudungnya. Stadia ini sudah bisa dilakukan pengabutan sampai jamur tiram siap dipanen. Penyiraman/pengabutan dilakukan minimal sekali setiap harinya.
Pengaturan cahaya dengan membuka pintu dan mengatur ventilasi. Namun perlakuan tersebut dapat menyebabkan suhu udara di dalam kumbung menjadi naik jika suhu di luar lingkungan panas. Untuk mengatasinya, dapat menggunakan blower atau AC (air condicioner)
Perawatan Hingga Pembentukan Tubuh Buah Jamur Tiram
Read more...