Kamis, 14 November 2019

PROSES BUDIDAYA JAMUR TIRAM

PROSES BUDIDAYA JAMUR TIRAM

1.      Persiapan Media Tanam
Persiapan media tanam meliputi formulasi substrat, pembasahan awal, pengomposan, dan pengemasan media.

a.  Formulasi Substrat
Sebagai panduan dalam proses pembuatan substrat, pembudidaya harus membuat formulasi substrat. Formulasi juga berfungsi sebagai standar biaya proses produksi. Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk membuat media tanam adalah serbuk kayu yang telah diayak 85-90%, bekatul 10-15%, dan kalsium karbonat (CaCO3) sebanyak 1-2%

b. Pembasahan Awal
Pembasahan awal pada media tanam (serbuk kayu) dilakukan sampai merata. Setelah itu, campurkan bekatul dan kalsium karbonat ditambahkan ke dalam serbuk kayu dan diaduk merata. Pengadukan dilakukan hingga diperoleh kadar air sekitar 60-70% pada campuran media tanam jamur tiram.

c.  Pengomposan Media
Tahap selanjutnya pada proses persiapan media tanam jamur adalah pengomposan media. Caranya, media tanam yang sudah dibasahi dibuat tumpukan dengan lebar 1-2 m, tinggi 1,5m, dan panjang disesuaikan dengan jumlah bahan.
Media biasanya dikomposkan selama 5-7 hari. Suhu media mengalami peningkatan hingga mencapai 65-70°C selama proses pengomposan. Selanjutnya, dilakukan pembalikan media setiap 2-3 hari agar proses pengomposan merata. Media yang telah berubah warna menjadi cokelat  atau kehitaman menandakan media telah siap digunakan.
Komposisi Campuran Baglog Jamur Tiram

2.      Pengemasan Media Tanam Jamur Tiram
Media tanam yang selesai proses pengomposannya dikemas dalam kantong plastik PP. ukuran kantong plastik tergantung dari berat yang ditetapkan. Misalnya, berat media 1 Kg menggunakan plastik PP berukuran 30 cm × 20 cm dengan tebal 0,5 mm.
Setelah itu media tanam  tersebut dipadatkan menggunkan alat pengepres atau botol hingga bagian bawah plastik rata dan menyerupai log kayu (baglog). Selanjutnya ujung plastik dipasang cincin dan tutup cincin. Tujuannya agar air tidak masuk ke dalam baglog pada proses sterilisasi.
Pengemasan Media Tanam Jamur Tiram  (Baglog)

3.      Sterilisasi Media Tanam Jamur Tiram
Sterilisasi media bertujuan untuk membunuh mikroorganisme yang merugikan dalam budidaya jamur tiram. Dengan demikian, media tanam terbebas dari kontaminan. Sterilisasi dilakukan pada suhu 95°C selama 90 menit.
Media tanam yang sudah disterilisasi kemudidan didinginkan hingga suhunya mencapai suhu ruangan yaitu sekitar 25°C. proses pendinginan dapat dilakukan di dalam suhu rungan khusus yang mempunyai sirkulasi udara yang baik. Apabila jumlah media tanam cukup banyak, penurunan suhu media dapat dibantu dengan menggunakan blower atau air conditioner (AC). Pendinginan media tanam harus dilakukan karena bibit jamur tiram akan mati apabila inokulasi media tanam suhunya masih tinggi (panas).
Proses Sterilisasi Media Tanam Jamur (Baglog)

4.      Inokulasi (Penebaran Bibit Jamur Tiram)
Setelah suhu media tanam dingin, proses selanjutnya adalah pemasukkan atau pemberian bibit (inokulasi) jamur tiram ke dalam media tanam. Proses inokulasi dilakukan secara aseptik (bebas dari infeksi bakteri ataupun mikroorganisme lain) agar media tanam tidak terkontaminasi mikroorganisme yang tidak dikehendaki yang akan merugikan budidaya jamur tiram. Cara inokulasi adalah sebagai berikut.
a)      Siapkan bibit semai (F2/F3) jamur tiram dan media tanam (baglog).
b)      Jika bibit menggumpal, lakukan penguraian bibit semai terlebih dahulu dengan cara memukul-mukulkan botol ke sendal karet (digojok).
c)      Semprot laminar atau meja bersih dengan larutan alkohol 70% sampai merata.
d)     Setelah kering, nyalakan bunsen di dalam laminar atau meja bersih.
e)      Benamkan skalpel atau spatula besi panjang dalam alkohol dan panaskan sampai membara, lalu dinginkan.
f)       Buka tutup botol yang berisi biakan bibit semai jamur tiram dan media tanam (baglog)
g)      Ambil media biakan bibit semai jamur tiram dengan skalpel atau tuang media biakan bibit semai jamur tiram apabila media tanam biakannya menggunakan biji-bijian.
h)      Masukkan media biakan bibit semai ke dalam baglog, kemudian pasangkan ring/cincin baglog kemudian tutup dengan menggunakan kapas ataupun kertas yang diikat dengan karet gelang. Media tanam siap untuk diinkubasi
i)        Lakukan inokulasi dan ulangi langkah-langkah (f-h) sampai media tanam habis dan media bibit semainya juga habis.
Inokulasi (Proses Penebaran Bibit)

5.      Inkubasi
Setelah media tanam selesai diinokulasi dengan bibit semai. Tahap selanjutnya adalah menginkubasi media tanam. Tujuannya untuk membantu menumbuhkan misellium jamur tiram pada kondisi yang sesuai.
Biasanya, media tanam diletakkan pada ruangan khusus tanam dengan cara media disusun di rak-rak yang sudah disanitasi terlebih dahulu. Ada beberapa cara penempatan media tanam (baglog) di dalam ruang inkubasi.
a)      Media tanam (baglog) ditempatkan berderet dengan posisi media tanam berdiri di rak-rak inkubasi.
b)     Media tanam atau baglog ditumpuk dalam satu deret dengan posisi media tanam tidur di rak-rak inkubasi.
c)      Media tanam disusun dan ditumpuk seperti piramida dengan posisi baglog berdiri

Suhu dan kelembaban ruangan inkubasi dijaga agar tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Suhu diatur berkisar 27-30°C dan kelembaban udara sekitar 80-90%. Pengaturan cahaya dapat dilakukan dengan cara menutup pintu dan ventilasi. Lama proses inkubasi sekitar 4-5 minggu setelah inokulasi. Cirinya, miselium jamur tiram yang berwarna putih menyelimuti seluruh media tanam (baglog).
Proses Inkubasi

6.      Perawatan Saat Pembentukan Tubuh Buah
Setelah media tanam (baglog) dipenuhi dengan misellium jamur tiram, pembentukan tubuh buah jamur tiram di mulai. Adapun perlakuan yang diberikan saat proses pembentukan tubuh buah diawali dengan pemberian tekanan (stres) berupa perbedaan suhu, kelembaban serta pemberian oksigen. Fase ini suhu ruangan diturunkan antara 22-27°C dan kelembaban menjadi 80-88%. Pemberian oksigen dilakukan dengan cara membuka media tanam yang sudah dipenuhi misellium.
Ada beberapa metode pembukaan media tanam. Pertama, membuka kapas/kertas penutup. Kedua, dengan menyobek plastik media tanam dengan menggunakan silet atau pisau yang sudah disterilisasi dengan menggunakan alkohol70%. Penyobekan plastik media tanaman dapat berbentuk “+” atau “X”.
Setelah 3-7 hari setelah penyobekan plastik, sudah mulai terlihat calon jamur tiram (primordia) yang berbentuk jonjot-jonjot berwarna keputihan. Hari ke-7 sampai hari ke-10 setelah terbentuk jonjot-jonjot, akan mulai terlihat atau terdeferensiasi batang dan tudungnya. Stadia ini sudah bisa dilakukan pengabutan sampai jamur tiram siap dipanen. Penyiraman/pengabutan dilakukan minimal sekali setiap harinya.
Pengaturan cahaya dengan membuka pintu dan mengatur ventilasi. Namun perlakuan tersebut dapat menyebabkan suhu udara di dalam kumbung menjadi naik jika suhu di luar lingkungan panas. Untuk mengatasinya, dapat menggunakan blower atau AC (air condicioner)
Perawatan Hingga Pembentukan Tubuh Buah Jamur Tiram
Read more...