PROSES BUDIDAYA JAMUR
TIRAM
1. Persiapan Media Tanam
Persiapan media tanam meliputi
formulasi substrat, pembasahan awal, pengomposan, dan pengemasan media.
a. Formulasi
Substrat
Sebagai panduan dalam proses pembuatan substrat,
pembudidaya harus membuat formulasi substrat. Formulasi juga berfungsi sebagai
standar biaya proses produksi. Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk membuat
media tanam adalah serbuk kayu yang telah diayak 85-90%, bekatul 10-15%, dan
kalsium karbonat (CaCO3) sebanyak 1-2%
b. Pembasahan
Awal
Pembasahan awal pada media tanam (serbuk kayu)
dilakukan sampai merata. Setelah itu, campurkan bekatul dan kalsium karbonat
ditambahkan ke dalam serbuk kayu dan diaduk merata. Pengadukan dilakukan hingga
diperoleh kadar air sekitar 60-70% pada campuran media tanam jamur tiram.
c. Pengomposan
Media
Tahap selanjutnya pada proses persiapan media tanam
jamur adalah pengomposan media. Caranya, media tanam yang sudah dibasahi dibuat
tumpukan dengan lebar 1-2 m, tinggi 1,5m, dan panjang disesuaikan dengan jumlah
bahan.
Media biasanya dikomposkan selama 5-7 hari. Suhu media
mengalami peningkatan hingga mencapai 65-70°C selama proses pengomposan. Selanjutnya, dilakukan
pembalikan media setiap 2-3 hari agar proses pengomposan merata. Media yang
telah berubah warna menjadi cokelat atau
kehitaman menandakan media telah siap digunakan.
![]() |
| Komposisi Campuran Baglog Jamur Tiram |
2. Pengemasan Media Tanam Jamur Tiram
Media tanam yang selesai proses
pengomposannya dikemas dalam kantong plastik PP. ukuran kantong plastik
tergantung dari berat yang ditetapkan. Misalnya, berat media 1 Kg menggunakan
plastik PP berukuran 30 cm ×
20 cm dengan tebal 0,5 mm.
Setelah itu media tanam
tersebut dipadatkan menggunkan alat pengepres atau botol hingga bagian
bawah plastik rata dan menyerupai log kayu (baglog). Selanjutnya ujung plastik
dipasang cincin dan tutup cincin. Tujuannya agar air tidak masuk ke dalam
baglog pada proses sterilisasi.
![]() |
| Pengemasan Media Tanam Jamur Tiram (Baglog) |
3. Sterilisasi
Media Tanam Jamur Tiram
Sterilisasi
media bertujuan untuk membunuh mikroorganisme yang merugikan dalam budidaya
jamur tiram. Dengan demikian, media tanam terbebas dari kontaminan. Sterilisasi
dilakukan pada suhu 95°C selama 90 menit.
Media
tanam yang sudah disterilisasi kemudidan didinginkan hingga suhunya mencapai
suhu ruangan yaitu sekitar 25°C. proses pendinginan dapat dilakukan di dalam
suhu rungan khusus yang mempunyai sirkulasi udara yang baik. Apabila jumlah
media tanam cukup banyak, penurunan suhu media dapat dibantu dengan menggunakan
blower atau air conditioner (AC).
Pendinginan media tanam harus dilakukan karena bibit jamur tiram akan mati
apabila inokulasi media tanam suhunya masih tinggi (panas).
![]() |
| Proses Sterilisasi Media Tanam Jamur (Baglog) |
4. Inokulasi
(Penebaran Bibit Jamur Tiram)
Setelah suhu media tanam dingin,
proses selanjutnya adalah pemasukkan atau pemberian bibit (inokulasi) jamur
tiram ke dalam media tanam. Proses inokulasi dilakukan secara aseptik (bebas
dari infeksi bakteri ataupun mikroorganisme lain) agar media tanam tidak
terkontaminasi mikroorganisme yang tidak dikehendaki yang akan merugikan
budidaya jamur tiram. Cara inokulasi adalah sebagai berikut.
a)
Siapkan
bibit semai (F2/F3) jamur tiram dan media tanam (baglog).
b)
Jika
bibit menggumpal, lakukan penguraian bibit semai terlebih dahulu dengan cara
memukul-mukulkan botol ke sendal karet (digojok).
c)
Semprot
laminar atau meja bersih dengan larutan alkohol 70% sampai merata.
d)
Setelah
kering, nyalakan bunsen di dalam laminar atau meja bersih.
e)
Benamkan
skalpel atau spatula besi panjang dalam alkohol dan panaskan sampai membara,
lalu dinginkan.
f)
Buka
tutup botol yang berisi biakan bibit semai jamur tiram dan media tanam (baglog)
g)
Ambil
media biakan bibit semai jamur tiram dengan skalpel atau tuang media biakan
bibit semai jamur tiram apabila media tanam biakannya menggunakan biji-bijian.
h)
Masukkan
media biakan bibit semai ke dalam baglog, kemudian pasangkan ring/cincin baglog
kemudian tutup dengan menggunakan kapas ataupun kertas yang diikat dengan karet
gelang. Media tanam siap untuk diinkubasi
i)
Lakukan
inokulasi dan ulangi langkah-langkah (f-h) sampai media tanam habis dan media
bibit semainya juga habis.
![]() |
| Inokulasi (Proses Penebaran Bibit) |
5. Inkubasi
Setelah
media tanam selesai diinokulasi dengan bibit semai. Tahap selanjutnya adalah
menginkubasi media tanam. Tujuannya untuk membantu menumbuhkan misellium jamur
tiram pada kondisi yang sesuai.
Biasanya,
media tanam diletakkan pada ruangan khusus tanam dengan cara media disusun di
rak-rak yang sudah disanitasi terlebih dahulu. Ada beberapa cara penempatan
media tanam (baglog) di dalam ruang inkubasi.
a)
Media
tanam (baglog) ditempatkan berderet dengan posisi media tanam berdiri di
rak-rak inkubasi.
b)
Media
tanam atau baglog ditumpuk dalam satu deret dengan posisi media tanam tidur di
rak-rak inkubasi.
c)
Media
tanam disusun dan ditumpuk seperti piramida dengan posisi baglog berdiri
Suhu dan kelembaban ruangan
inkubasi dijaga agar tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Suhu diatur
berkisar 27-30°C dan kelembaban udara sekitar 80-90%. Pengaturan cahaya dapat
dilakukan dengan cara menutup pintu dan ventilasi. Lama proses inkubasi sekitar
4-5 minggu setelah inokulasi. Cirinya, miselium jamur tiram yang berwarna putih
menyelimuti seluruh media tanam (baglog).
![]() |
| Proses Inkubasi |
6. Perawatan
Saat Pembentukan Tubuh Buah
Setelah
media tanam (baglog) dipenuhi dengan misellium jamur tiram, pembentukan tubuh
buah jamur tiram di mulai. Adapun perlakuan yang diberikan saat proses
pembentukan tubuh buah diawali dengan pemberian tekanan (stres) berupa
perbedaan suhu, kelembaban serta pemberian oksigen. Fase ini suhu ruangan
diturunkan antara 22-27°C dan kelembaban menjadi 80-88%. Pemberian oksigen
dilakukan dengan cara membuka media tanam yang sudah dipenuhi misellium.
Ada
beberapa metode pembukaan media tanam. Pertama, membuka kapas/kertas penutup. Kedua,
dengan menyobek plastik media tanam dengan menggunakan silet atau pisau yang
sudah disterilisasi dengan menggunakan alkohol70%. Penyobekan plastik media
tanaman dapat berbentuk “+” atau “X”.
Setelah
3-7 hari setelah penyobekan plastik, sudah mulai terlihat calon jamur tiram
(primordia) yang berbentuk jonjot-jonjot berwarna keputihan. Hari ke-7 sampai
hari ke-10 setelah terbentuk jonjot-jonjot, akan mulai terlihat atau
terdeferensiasi batang dan tudungnya. Stadia ini sudah bisa dilakukan
pengabutan sampai jamur tiram siap dipanen. Penyiraman/pengabutan dilakukan
minimal sekali setiap harinya.
Pengaturan
cahaya dengan membuka pintu dan mengatur ventilasi. Namun perlakuan tersebut
dapat menyebabkan suhu udara di dalam kumbung menjadi naik jika suhu di luar
lingkungan panas. Untuk mengatasinya, dapat menggunakan blower atau AC (air
condicioner)
![]() |
| Perawatan Hingga Pembentukan Tubuh Buah Jamur Tiram |













